Hello, world! This is a toast message.
Hai!
x
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!
Lebih hemat dengan Free Ongkir hingga 100%
Ditulis oleh Mei Anggraini
Terakhir diubah pada 24 Nov 2025
Memilih lemari pakaian itu bukan cuma soal ukuran dan model, tapi juga soal jenis bukaan pintunya. Banyak orang belum sadar kalau jenis pintu bisa sangat memengaruhi kenyamanan, efisiensi ruang, sampai tampilan kamar. Supaya nggak salah pilih, yuk bahas satu per satu macam-macam jenis bukaan pintu lemari berikut ini.
Jenis ini adalah model paling umum dan paling klasik. Cara bukanya seperti pintu rumah, yaitu ditarik atau didorong ke luar. Kelebihannya, kamu bisa mengakses seluruh bagian dalam lemari dengan bebas karena pintunya terbuka penuh. Ini cocok untuk lemari besar atau kamar yang punya space lega.
Namun, pintu engsel membutuhkan ruang kosong di depan lemari. Kalau kamarmu sempit atau posisi kasur terlalu dekat dengan lemari, model ini bisa terasa kurang praktis.
Kalau kamu tinggal di ruang yang terbatas, pintu sliding bisa jadi solusi paling masuk akal. Karena cara bukanya digeser ke samping, model ini nggak makan banyak tempat.
Dari segi tampilan, lemari sliding biasanya terlihat lebih modern dan minimalis. Tapi ada satu kekurangannya: kamu tidak bisa membuka seluruh bagian lemari sekaligus. Satu sisi selalu tertutup oleh daun pintu lain.
Pintu Lipat (Folding Door)
Pintu lipat terdiri dari beberapa panel yang bisa dilipat ke satu sisi saat dibuka. Jenis ini memberikan bukaan yang lebih lebar dibanding sliding, tapi tetap lebih hemat ruang dibanding pintu engsel.
Cocok untuk kamu yang ingin akses lebih luas ke isi lemari tapi tetap punya keterbatasan space. Biasanya pintu ini juga banyak dipakai pada lemari pakaian dengan ukuran sedang hingga besar.
Jenis ini masih jarang digunakan pada lemari pakaian, tapi secara konsep cukup menarik. Pintu roll dibuat dari panel-panel fleksibel yang bisa digulung ke atas atau ke samping saat dibuka.
Kelebihannya adalah hemat tempat dan berbeda dari model lemari pada umumnya. Biasanya pintu ini digunakan pada lemari custom atau desain interior yang mengusung konsep retro, industrial, atau eksperimental.
Kalau kamu suka tampilan lemari yang clean dan modern, pintu tanpa handle bisa jadi pilihan. Biasanya menggunakan sistem push to open atau handle tersembunyi.
Selain membuat tampilan lebih rapi dan minimalis, model ini juga lebih aman untuk anak-anak karena tidak ada handle yang menonjol dan berpotensi membentur kepala atau tersangkut.
Secara mekanisme, pintu kaca bisa menggunakan sistem engsel atau sliding. Bedanya ada di materialnya. Pintu kaca memberi kesan lebih lega, terang, dan megah pada ruangan.
Untuk privasi, biasanya digunakan kaca buram, tinted, atau kombinasi kaca dengan panel kayu. Selain mempercantik tampilan, pintu kaca juga memudahkan kamu melihat isi lemari secara sekilas tanpa harus membukanya.\
Pada akhirnya, memilih jenis bukaan pintu lemari bukan cuma soal selera, tapi juga harus disesuaikan dengan ukuran ruangan, posisi lemari, dan kebiasaan sehari-hari. Dengan pemilihan yang tepat, lemari bukan hanya jadi tempat menyimpan pakaian, tapi juga elemen penting yang mendukung kenyamanan dan estetika ruangan kamu.
03 Jan 2026
Kesalahan Beli Furniture yang Sering Disesali Setelah 6 Bulan
02 Jan 2026
Ciri Rumah Aman bagi Tumbuh Kembang Anak
26 Des 2025
Kegunaan Meja Nakas Yang Sering Diremehkan
24 Des 2025
Penyebab Furniture Sering Jadi Sarang Rayap
20 Des 2025
Tips Memilih Furniture yang Awet dan Nyaman untuk Jangka Panjang
16 Des 2025
5 Ide Referensi Ruang Tamu Simpel di Ruang Tamu
Kesalahan Beli Furniture yang Sering Disesali Setelah 6 Bulan
Ciri Rumah Aman bagi Tumbuh Kembang Anak
Kegunaan Meja Nakas Yang Sering Diremehkan
Penyebab Furniture Sering Jadi Sarang Rayap
Tips Memilih Furniture yang Awet dan Nyaman untuk Jangka Panjang
5 Ide Referensi Ruang Tamu Simpel di Ruang Tamu