Hello, world! This is a toast message.

Hai!

x

Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!

phone

Lebih hemat dengan Free Ongkir hingga 100%

Kesalahan Beli Furniture yang Sering Disesali Setelah 6 Bulan

Kesalahan Beli Furniture yang Sering Disesali Setelah 6 Bulan

Ditulis oleh Mei Anggraini

03 Jan 2026

Membeli furniture sering terasa menyenangkan. Desainnya menarik, warnanya cocok dengan bayangan rumah impian, dan harganya terasa masuk akal. Namun, tidak sedikit orang yang baru menyadari satu hal setelah sekitar enam bulan pemakaian. Furniture yang dibeli ternyata tidak seideal yang dibayangkan.

Penyesalan ini jarang muncul di awal. Biasanya datang perlahan, seiring furniture mulai benar-benar digunakan dalam rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa kesalahan beli furniture yang paling sering terjadi dan kerap baru terasa setelah setengah tahun.

Terlalu Mengutamakan Tampilan, Melupakan Kenyamanan

Tampilan memang penting, tapi furniture bukan pajangan semata. Banyak orang jatuh cinta pada desain, tanpa mempertimbangkan kenyamanan saat digunakan setiap hari. Meja terlihat estetik tapi tingginya tidak ergonomis, kursi tampak modern tapi cepat membuat pegal, atau lemari ramping yang ternyata tidak cukup menampung barang. Awalnya terlihat baik-baik saja, namun setelah dipakai rutin, rasa tidak nyaman mulai terasa.

Salah Mengukur dan Membaca Ruangan

Kesalahan berikutnya adalah kurang cermat mengukur ruang. Furniture yang terlihat pas di toko atau di foto katalog bisa terasa terlalu besar atau justru canggung ketika sudah berada di rumah. Dalam beberapa bulan, dampaknya mulai terasa ruangan menjadi sempit, jalur aktivitas terganggu, dan rumah terasa kurang lega. Hal ini sering membuat pemilik rumah menyesal karena tidak memperhitungkan skala ruang sejak awal.

Tergoda Harga Murah Tanpa Memikirkan Kualitas

Harga murah memang menggoda, apalagi jika tampilannya mirip dengan produk yang lebih mahal. Sayangnya, kualitas sering kali baru diuji oleh waktu. Setelah enam bulan, mulai muncul masalah seperti engsel yang kendor, permukaan yang mudah tergores, atau struktur yang terasa kurang kokoh. Pada akhirnya, biaya perbaikan atau penggantian justru membuat pengeluaran menjadi lebih besar.

Tidak Memikirkan Kebutuhan Jangka Panjang

Banyak orang membeli furniture hanya berdasarkan kebutuhan saat ini. Padahal, gaya hidup bisa berubah dalam waktu singkat. Aktivitas kerja dari rumah bertambah, jumlah barang meningkat, atau fungsi ruangan bergeser. Furniture yang tidak fleksibel atau terlalu spesifik sering kali terasa kurang relevan dalam beberapa bulan saja.

Mengabaikan Kualitas Finishing

Sekilas, semua furniture terlihat rapi dan serupa. Namun kualitas finishing baru benar-benar terasa setelah digunakan rutin. Finishing yang kurang baik akan menunjukkan tanda seperti warna memudar, permukaan mengelupas, atau tekstur yang berubah. Hal-hal kecil ini perlahan mengurangi nilai estetika dan kenyamanan visual di dalam rumah.

Tidak Memikirkan Kesan Keseluruhan Ruangan

Furniture tidak berdiri sendiri. Ia membentuk suasana ruang secara keseluruhan. Kesalahan memilih warna, model, atau proporsi bisa membuat ruangan terasa berat, sempit, atau cepat membosankan. Biasanya, ini baru disadari setelah rasa “baru” dari furniture menghilang.

 

Pada akhirnya, membeli furniture adalah keputusan jangka panjang. Bukan hanya soal tampilan hari ini, tapi juga kenyamanan, ketahanan, dan relevansinya seiring waktu. Di Ilena Furniture, setiap produk dirancang dengan keseimbangan fungsi, kualitas, dan estetika agar tetap terasa tepat, bukan hanya di awal, tetapi juga setelah enam bulan dan bertahun-tahun kemudian.

Edukasi

Kesalahan Beli Furniture yang Sering Disesali Setelah 6 Bulan

Ditulis oleh Mei Anggraini

Terakhir diubah pada 03 Jan 2026

Membeli furniture sering terasa menyenangkan. Desainnya menarik, warnanya cocok dengan bayangan rumah impian, dan harganya terasa masuk akal. Namun, tidak sedikit orang yang baru menyadari satu hal setelah sekitar enam bulan pemakaian. Furniture yang dibeli ternyata tidak seideal yang dibayangkan.

Penyesalan ini jarang muncul di awal. Biasanya datang perlahan, seiring furniture mulai benar-benar digunakan dalam rutinitas sehari-hari. Berikut beberapa kesalahan beli furniture yang paling sering terjadi dan kerap baru terasa setelah setengah tahun.

Terlalu Mengutamakan Tampilan, Melupakan Kenyamanan

Tampilan memang penting, tapi furniture bukan pajangan semata. Banyak orang jatuh cinta pada desain, tanpa mempertimbangkan kenyamanan saat digunakan setiap hari. Meja terlihat estetik tapi tingginya tidak ergonomis, kursi tampak modern tapi cepat membuat pegal, atau lemari ramping yang ternyata tidak cukup menampung barang. Awalnya terlihat baik-baik saja, namun setelah dipakai rutin, rasa tidak nyaman mulai terasa.

Salah Mengukur dan Membaca Ruangan

Kesalahan berikutnya adalah kurang cermat mengukur ruang. Furniture yang terlihat pas di toko atau di foto katalog bisa terasa terlalu besar atau justru canggung ketika sudah berada di rumah. Dalam beberapa bulan, dampaknya mulai terasa ruangan menjadi sempit, jalur aktivitas terganggu, dan rumah terasa kurang lega. Hal ini sering membuat pemilik rumah menyesal karena tidak memperhitungkan skala ruang sejak awal.

Tergoda Harga Murah Tanpa Memikirkan Kualitas

Harga murah memang menggoda, apalagi jika tampilannya mirip dengan produk yang lebih mahal. Sayangnya, kualitas sering kali baru diuji oleh waktu. Setelah enam bulan, mulai muncul masalah seperti engsel yang kendor, permukaan yang mudah tergores, atau struktur yang terasa kurang kokoh. Pada akhirnya, biaya perbaikan atau penggantian justru membuat pengeluaran menjadi lebih besar.

Tidak Memikirkan Kebutuhan Jangka Panjang

Banyak orang membeli furniture hanya berdasarkan kebutuhan saat ini. Padahal, gaya hidup bisa berubah dalam waktu singkat. Aktivitas kerja dari rumah bertambah, jumlah barang meningkat, atau fungsi ruangan bergeser. Furniture yang tidak fleksibel atau terlalu spesifik sering kali terasa kurang relevan dalam beberapa bulan saja.

Mengabaikan Kualitas Finishing

Sekilas, semua furniture terlihat rapi dan serupa. Namun kualitas finishing baru benar-benar terasa setelah digunakan rutin. Finishing yang kurang baik akan menunjukkan tanda seperti warna memudar, permukaan mengelupas, atau tekstur yang berubah. Hal-hal kecil ini perlahan mengurangi nilai estetika dan kenyamanan visual di dalam rumah.

Tidak Memikirkan Kesan Keseluruhan Ruangan

Furniture tidak berdiri sendiri. Ia membentuk suasana ruang secara keseluruhan. Kesalahan memilih warna, model, atau proporsi bisa membuat ruangan terasa berat, sempit, atau cepat membosankan. Biasanya, ini baru disadari setelah rasa “baru” dari furniture menghilang.

 

Pada akhirnya, membeli furniture adalah keputusan jangka panjang. Bukan hanya soal tampilan hari ini, tapi juga kenyamanan, ketahanan, dan relevansinya seiring waktu. Di Ilena Furniture, setiap produk dirancang dengan keseimbangan fungsi, kualitas, dan estetika agar tetap terasa tepat, bukan hanya di awal, tetapi juga setelah enam bulan dan bertahun-tahun kemudian.