Hello, world! This is a toast message.

Hai!

x

Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!

phone

Lebih hemat dengan Free Ongkir hingga 100%

Tips Memilih Warna Interior untuk Hunian Pribadi Yang Nyaman
Tips & trik

Tips Memilih Warna Interior untuk Hunian Pribadi Yang Nyaman

Ditulis oleh Mei Anggraini

27 Agu 2025

Dalam bidang interior, warna punya kekuatan besar untuk mempengaruhi suasana hati, kenyamanan, bahkan produktivitas penghuninya. Itu sebabnya memilih warna interior untuk rumah pribadi tidak bisa sembarangan. Banyak orang merasa cepat bosan di rumahnya sendiri hanya karena salah memilih warna, atau ruangan terasa sempit padahal luasnya cukup, lagi-lagi karena permainan warna yang kurang pas.

Nah, kalau kamu sedang menata rumah atau sekadar ingin mengganti suasana, berikut beberapa tips memilih warna interior agar hunian terasa nyaman dan bikin betah.

1. Kenali Psikologi Warna

Setiap warna membawa nuansa tertentu. Misalnya, warna biru identik dengan ketenangan, hijau memberi kesan segar, sementara kuning bisa memicu semangat. Di sisi lain, warna merah mampu menambah energi tapi bisa terasa “berisik” jika digunakan berlebihan. Mengetahui makna psikologis warna akan memudahkanmu menyesuaikan pilihan dengan fungsi ruang.

  • Ruang tidur cocok dengan warna lembut seperti biru muda, beige, atau lavender untuk memberi efek rileks.

  • Ruang kerja bisa menggunakan warna netral dengan sentuhan hijau atau oranye agar tetap fokus tapi tidak membosankan.

  • Ruang keluarga sebaiknya mengusung warna hangat seperti krem, cokelat muda, atau terracotta untuk menciptakan kesan akrab dan cozy.

2. Sesuaikan dengan Pencahayaan

Cahaya, baik alami maupun buatan, akan sangat memengaruhi tampilan warna. Warna putih misalnya, bisa tampak segar di ruang dengan cahaya alami melimpah, tetapi terasa dingin jika pencahayaan kurang. Begitu pula warna gelap, yang bisa memberi kesan elegan tetapi rentan membuat ruangan terlihat sempit bila pencahayaan minim. Jadi, sebelum menentukan warna, perhatikan arah datangnya cahaya. Ruang yang menghadap timur biasanya terasa terang di pagi hari, sedangkan ruang yang menghadap barat lebih hangat pada sore hari. Warna dinding yang kamu pilih akan “berdialog” dengan cahaya itu setiap saat.

3. Gunakan Aturan 60-30-10

Salah satu trik mudah dari desainer interior adalah aturan 60-30-10. Artinya, 60% warna utama, 30% warna pendukung, dan 10% warna aksen. Misalnya, kamu memilih putih sebagai warna utama (60%) untuk dinding, lalu abu-abu muda (30%) untuk furnitur besar, dan kuning mustard (10%) untuk bantal sofa atau dekorasi. Dengan cara ini, ruangan akan terlihat seimbang, harmonis, dan tidak membosankan.

4. Perhatikan Ukuran Ruangan

Warna bisa membuat ruang terasa lebih luas atau justru lebih sempit. Untuk ruangan kecil, sebaiknya gunakan warna-warna terang seperti putih, krem, atau pastel karena mampu memantulkan cahaya dan memberi ilusi luas. Sebaliknya, jika ruang cukup besar, bermainlah dengan warna gelap seperti navy, abu-abu tua, atau hijau botol untuk menciptakan kesan hangat dan intim.

5. Pilih Warna Sesuai Karakter Pribadi

Hunian pribadi seharusnya mencerminkan kepribadian penghuninya. Kalau kamu tipe yang suka ketenangan, mungkin warna netral atau pastel akan terasa nyaman. Tapi kalau kamu pribadi yang penuh energi, warna cerah seperti kuning atau oranye bisa jadi pilihan. Jangan takut bereksperimen, asal tetap seimbang dan tidak berlebihan. Ingat, rumah adalah tempat kamu melepas lelah, jadi pilih warna yang benar-benar membuatmu merasa “ini gue banget”.

6. Pertimbangkan Tren, Tapi Jangan Terjebak

Setiap tahun selalu ada tren warna interior baru. Misalnya earth tone, sage green, atau warna pastel yang sempat booming. Mengikuti tren sah-sah saja, tapi jangan sampai membuatmu merasa cepat bosan. Pastikan warna pilihanmu tetap timeless dan bisa kamu nikmati dalam jangka panjang. Jika ingin mencoba tren, terapkan pada elemen kecil seperti dekorasi, cushion, atau gorden yang lebih mudah diganti, bukan pada cat dinding utama.

7. Uji Coba Sebelum Mengecat

Satu kesalahan umum adalah langsung mengecat seluruh ruangan tanpa uji coba. Padahal, warna cat di katalog atau layar ponsel sering kali berbeda hasilnya ketika diaplikasikan di rumah. Cobalah sapukan sedikit warna cat di dinding dan lihat perubahannya dari pagi hingga malam hari. Dengan begitu, kamu bisa memastikan apakah warnanya benar-benar sesuai dengan suasana yang kamu inginkan.

 

Memilih warna interior memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kenyamanan hunian. Dengan memahami psikologi warna, memperhatikan pencahayaan, hingga menyesuaikan dengan karakter pribadi, rumahmu bisa menjadi tempat yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga benar-benar bikin betah. Jadi, jangan terburu-buru dalam menentukan warna. Luangkan waktu untuk bereksperimen, uji coba, dan rasakan sendiri mana yang paling cocok untuk rumah dan jiwamu.

 

Tips & trik

Tips Memilih Warna Interior untuk Hunian Pribadi Yang Nyaman

Ditulis oleh Mei Anggraini

Terakhir diubah pada 27 Agu 2025

Dalam bidang interior, warna punya kekuatan besar untuk mempengaruhi suasana hati, kenyamanan, bahkan produktivitas penghuninya. Itu sebabnya memilih warna interior untuk rumah pribadi tidak bisa sembarangan. Banyak orang merasa cepat bosan di rumahnya sendiri hanya karena salah memilih warna, atau ruangan terasa sempit padahal luasnya cukup, lagi-lagi karena permainan warna yang kurang pas.

Nah, kalau kamu sedang menata rumah atau sekadar ingin mengganti suasana, berikut beberapa tips memilih warna interior agar hunian terasa nyaman dan bikin betah.

1. Kenali Psikologi Warna

Setiap warna membawa nuansa tertentu. Misalnya, warna biru identik dengan ketenangan, hijau memberi kesan segar, sementara kuning bisa memicu semangat. Di sisi lain, warna merah mampu menambah energi tapi bisa terasa “berisik” jika digunakan berlebihan. Mengetahui makna psikologis warna akan memudahkanmu menyesuaikan pilihan dengan fungsi ruang.

  • Ruang tidur cocok dengan warna lembut seperti biru muda, beige, atau lavender untuk memberi efek rileks.

  • Ruang kerja bisa menggunakan warna netral dengan sentuhan hijau atau oranye agar tetap fokus tapi tidak membosankan.

  • Ruang keluarga sebaiknya mengusung warna hangat seperti krem, cokelat muda, atau terracotta untuk menciptakan kesan akrab dan cozy.

2. Sesuaikan dengan Pencahayaan

Cahaya, baik alami maupun buatan, akan sangat memengaruhi tampilan warna. Warna putih misalnya, bisa tampak segar di ruang dengan cahaya alami melimpah, tetapi terasa dingin jika pencahayaan kurang. Begitu pula warna gelap, yang bisa memberi kesan elegan tetapi rentan membuat ruangan terlihat sempit bila pencahayaan minim. Jadi, sebelum menentukan warna, perhatikan arah datangnya cahaya. Ruang yang menghadap timur biasanya terasa terang di pagi hari, sedangkan ruang yang menghadap barat lebih hangat pada sore hari. Warna dinding yang kamu pilih akan “berdialog” dengan cahaya itu setiap saat.

3. Gunakan Aturan 60-30-10

Salah satu trik mudah dari desainer interior adalah aturan 60-30-10. Artinya, 60% warna utama, 30% warna pendukung, dan 10% warna aksen. Misalnya, kamu memilih putih sebagai warna utama (60%) untuk dinding, lalu abu-abu muda (30%) untuk furnitur besar, dan kuning mustard (10%) untuk bantal sofa atau dekorasi. Dengan cara ini, ruangan akan terlihat seimbang, harmonis, dan tidak membosankan.

4. Perhatikan Ukuran Ruangan

Warna bisa membuat ruang terasa lebih luas atau justru lebih sempit. Untuk ruangan kecil, sebaiknya gunakan warna-warna terang seperti putih, krem, atau pastel karena mampu memantulkan cahaya dan memberi ilusi luas. Sebaliknya, jika ruang cukup besar, bermainlah dengan warna gelap seperti navy, abu-abu tua, atau hijau botol untuk menciptakan kesan hangat dan intim.

5. Pilih Warna Sesuai Karakter Pribadi

Hunian pribadi seharusnya mencerminkan kepribadian penghuninya. Kalau kamu tipe yang suka ketenangan, mungkin warna netral atau pastel akan terasa nyaman. Tapi kalau kamu pribadi yang penuh energi, warna cerah seperti kuning atau oranye bisa jadi pilihan. Jangan takut bereksperimen, asal tetap seimbang dan tidak berlebihan. Ingat, rumah adalah tempat kamu melepas lelah, jadi pilih warna yang benar-benar membuatmu merasa “ini gue banget”.

6. Pertimbangkan Tren, Tapi Jangan Terjebak

Setiap tahun selalu ada tren warna interior baru. Misalnya earth tone, sage green, atau warna pastel yang sempat booming. Mengikuti tren sah-sah saja, tapi jangan sampai membuatmu merasa cepat bosan. Pastikan warna pilihanmu tetap timeless dan bisa kamu nikmati dalam jangka panjang. Jika ingin mencoba tren, terapkan pada elemen kecil seperti dekorasi, cushion, atau gorden yang lebih mudah diganti, bukan pada cat dinding utama.

7. Uji Coba Sebelum Mengecat

Satu kesalahan umum adalah langsung mengecat seluruh ruangan tanpa uji coba. Padahal, warna cat di katalog atau layar ponsel sering kali berbeda hasilnya ketika diaplikasikan di rumah. Cobalah sapukan sedikit warna cat di dinding dan lihat perubahannya dari pagi hingga malam hari. Dengan begitu, kamu bisa memastikan apakah warnanya benar-benar sesuai dengan suasana yang kamu inginkan.

 

Memilih warna interior memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar terhadap kenyamanan hunian. Dengan memahami psikologi warna, memperhatikan pencahayaan, hingga menyesuaikan dengan karakter pribadi, rumahmu bisa menjadi tempat yang bukan hanya indah dipandang, tapi juga benar-benar bikin betah. Jadi, jangan terburu-buru dalam menentukan warna. Luangkan waktu untuk bereksperimen, uji coba, dan rasakan sendiri mana yang paling cocok untuk rumah dan jiwamu.