Hello, world! This is a toast message.

Hai!

x

Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!

phone

Lebih hemat dengan Free Ongkir hingga 100%

Tips Mengetahui Usia Kayu Jati dengan Mudah dan Akurat
Tips & trik

Tips Mengetahui Usia Kayu Jati dengan Mudah dan Akurat

Ditulis oleh Mei Anggraini

05 Jul 2025

Kayu jati merupakan salah satu material paling mewah dan bernilai tinggi dalam industri furnitur dan konstruksi. Kekuatan, ketahanan terhadap cuaca, serta tampilan seratnya yang eksotis menjadikan jati pilihan utama untuk produk berkualitas tinggi. Namun, tidak semua kayu jati memiliki kualitas yang sama. Salah satu faktor penentunya adalah usia kayu.

Semakin tua usia pohon jati sebelum ditebang, umumnya semakin keras dan tahan lama kayunya. Maka, mengenali usia kayu jati menjadi keterampilan penting, baik bagi pengrajin, kolektor, maupun pembeli furnitur. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya secara mudah dan akurat? Berikut adalah penjabaran lengkapnya.

1. Perhatikan Warna Kayu

Warna kayu jati bisa menjadi petunjuk awal yang cukup akurat. Kayu jati muda umumnya berwarna cokelat kekuningan, cerah, dan tampak segar. Sementara itu, kayu jati tua cenderung memiliki warna cokelat gelap, bahkan mendekati kemerahan atau keabu-abuan pada permukaan yang sudah terpapar udara dalam waktu lama.

Kayu tua juga biasanya memiliki warna yang lebih merata dan tidak terlalu kontras antara bagian teras (bagian tengah kayu) dan gubal (bagian pinggir kayu).

Catatan penting: Pewarnaan atau finishing buatan bisa menipu mata. Karena itu, usahakan menilai warna dari bagian dalam kayu atau sisi potongan mentahnya.

2. Cek Pola Serat dan Lingkaran Tahun

Kayu jati memiliki pola serat yang khas. Serat pada kayu jati tua terlihat lebih rapat, padat, dan teratur. Ini karena pertumbuhan pohon jati yang lambat seiring usia, menghasilkan lingkaran pertumbuhan tahunan yang lebih sempit.

Jika tersedia potongan melintang dari batang pohon, jumlah lingkaran tahunan pada kayu bisa dihitung untuk memperkirakan umur pohon saat ditebang. Setiap lingkaran umumnya mewakili satu tahun pertumbuhan. Jadi, semakin banyak lingkarannya, semakin tua pohonnya, dan kualitas kayunya pun semakin baik.

3. Rasakan Tekstur dan Kepadatan

Tekstur kayu jati tua lebih padat dan keras saat disentuh. Jika Anda mengetuk kayu jati tua dengan benda keras, bunyi yang dihasilkan akan terdengar nyaring dan berat. Sebaliknya, kayu jati muda terasa lebih ringan, berpori, dan jika diketuk suaranya terdengar lebih kosong atau hampa.

Anda juga bisa menguji beratnya. Kayu jati tua memiliki bobot yang jauh lebih berat dibandingkan kayu muda dari ukuran yang sama, karena kandungan serat dan minyak alaminya lebih tinggi.

4. Aroma Alami Kayu

Jati tua memiliki aroma khas yang kuat karena mengandung minyak alami (teak oil) dalam jumlah besar. Aromanya cenderung hangat dan agak tajam, seperti aroma khas kayu yang matang. Kayu jati muda biasanya memiliki aroma yang lebih samar atau bahkan tidak berbau jika belum diolah.

Aroma ini bukan hanya indikator usia, tetapi juga menandakan kualitas kayu. Minyak alami tersebut juga berperan penting dalam daya tahan kayu terhadap rayap, jamur, dan perubahan cuaca.

5. Cek Riwayat dan Sumber Kayu

Jika memungkinkan, telusuri asal-usul kayu tersebut. Produsen atau penjual kayu berkualitas biasanya memiliki catatan dokumentasi terkait umur pohon saat ditebang. Kayu jati legal dari Perhutani, misalnya, sering kali disertai dengan kode atau sertifikasi yang mencantumkan usia pohon dan asal lahan.

Informasi ini menjadi penting jika Anda membeli dalam jumlah besar atau untuk keperluan bangunan jangka panjang.

6. Gunakan Alat Uji Kelembaban dan Kepadatan

Bagi yang ingin hasil lebih presisi, alat pengukur kelembaban dan densitas kayu bisa menjadi solusi. Alat ini membantu mengidentifikasi kadar air dan kepadatan material, yang keduanya berkaitan langsung dengan usia dan kualitas kayu.

Meskipun alat ini lebih sering digunakan oleh profesional di bidang pertukangan dan industri kayu, penggunaannya cukup sederhana dan dapat memberikan estimasi yang objektif.

 

Mengetahui usia kayu jati bukan hanya soal estetika, tapi juga soal nilai dan ketahanan. Kayu jati tua lebih padat, tahan lama, serta memiliki serat dan warna yang lebih matang. Dengan memahami ciri-ciri seperti warna, tekstur, aroma, pola serat, dan riwayat sumber, Anda dapat menilai usia kayu jati secara lebih akurat.

Bagi penggemar furnitur berkualitas atau pelaku industri mebel, kemampuan ini akan menjadi nilai tambah dalam memilih material terbaik. Ingat, kualitas kayu adalah investasi jangka panjang—semakin tua, semakin berharga.

 

Tips & trik

Tips Mengetahui Usia Kayu Jati dengan Mudah dan Akurat

Ditulis oleh Mei Anggraini

Terakhir diubah pada 05 Jul 2025

Kayu jati merupakan salah satu material paling mewah dan bernilai tinggi dalam industri furnitur dan konstruksi. Kekuatan, ketahanan terhadap cuaca, serta tampilan seratnya yang eksotis menjadikan jati pilihan utama untuk produk berkualitas tinggi. Namun, tidak semua kayu jati memiliki kualitas yang sama. Salah satu faktor penentunya adalah usia kayu.

Semakin tua usia pohon jati sebelum ditebang, umumnya semakin keras dan tahan lama kayunya. Maka, mengenali usia kayu jati menjadi keterampilan penting, baik bagi pengrajin, kolektor, maupun pembeli furnitur. Lalu, bagaimana cara mengetahuinya secara mudah dan akurat? Berikut adalah penjabaran lengkapnya.

1. Perhatikan Warna Kayu

Warna kayu jati bisa menjadi petunjuk awal yang cukup akurat. Kayu jati muda umumnya berwarna cokelat kekuningan, cerah, dan tampak segar. Sementara itu, kayu jati tua cenderung memiliki warna cokelat gelap, bahkan mendekati kemerahan atau keabu-abuan pada permukaan yang sudah terpapar udara dalam waktu lama.

Kayu tua juga biasanya memiliki warna yang lebih merata dan tidak terlalu kontras antara bagian teras (bagian tengah kayu) dan gubal (bagian pinggir kayu).

Catatan penting: Pewarnaan atau finishing buatan bisa menipu mata. Karena itu, usahakan menilai warna dari bagian dalam kayu atau sisi potongan mentahnya.

2. Cek Pola Serat dan Lingkaran Tahun

Kayu jati memiliki pola serat yang khas. Serat pada kayu jati tua terlihat lebih rapat, padat, dan teratur. Ini karena pertumbuhan pohon jati yang lambat seiring usia, menghasilkan lingkaran pertumbuhan tahunan yang lebih sempit.

Jika tersedia potongan melintang dari batang pohon, jumlah lingkaran tahunan pada kayu bisa dihitung untuk memperkirakan umur pohon saat ditebang. Setiap lingkaran umumnya mewakili satu tahun pertumbuhan. Jadi, semakin banyak lingkarannya, semakin tua pohonnya, dan kualitas kayunya pun semakin baik.

3. Rasakan Tekstur dan Kepadatan

Tekstur kayu jati tua lebih padat dan keras saat disentuh. Jika Anda mengetuk kayu jati tua dengan benda keras, bunyi yang dihasilkan akan terdengar nyaring dan berat. Sebaliknya, kayu jati muda terasa lebih ringan, berpori, dan jika diketuk suaranya terdengar lebih kosong atau hampa.

Anda juga bisa menguji beratnya. Kayu jati tua memiliki bobot yang jauh lebih berat dibandingkan kayu muda dari ukuran yang sama, karena kandungan serat dan minyak alaminya lebih tinggi.

4. Aroma Alami Kayu

Jati tua memiliki aroma khas yang kuat karena mengandung minyak alami (teak oil) dalam jumlah besar. Aromanya cenderung hangat dan agak tajam, seperti aroma khas kayu yang matang. Kayu jati muda biasanya memiliki aroma yang lebih samar atau bahkan tidak berbau jika belum diolah.

Aroma ini bukan hanya indikator usia, tetapi juga menandakan kualitas kayu. Minyak alami tersebut juga berperan penting dalam daya tahan kayu terhadap rayap, jamur, dan perubahan cuaca.

5. Cek Riwayat dan Sumber Kayu

Jika memungkinkan, telusuri asal-usul kayu tersebut. Produsen atau penjual kayu berkualitas biasanya memiliki catatan dokumentasi terkait umur pohon saat ditebang. Kayu jati legal dari Perhutani, misalnya, sering kali disertai dengan kode atau sertifikasi yang mencantumkan usia pohon dan asal lahan.

Informasi ini menjadi penting jika Anda membeli dalam jumlah besar atau untuk keperluan bangunan jangka panjang.

6. Gunakan Alat Uji Kelembaban dan Kepadatan

Bagi yang ingin hasil lebih presisi, alat pengukur kelembaban dan densitas kayu bisa menjadi solusi. Alat ini membantu mengidentifikasi kadar air dan kepadatan material, yang keduanya berkaitan langsung dengan usia dan kualitas kayu.

Meskipun alat ini lebih sering digunakan oleh profesional di bidang pertukangan dan industri kayu, penggunaannya cukup sederhana dan dapat memberikan estimasi yang objektif.

 

Mengetahui usia kayu jati bukan hanya soal estetika, tapi juga soal nilai dan ketahanan. Kayu jati tua lebih padat, tahan lama, serta memiliki serat dan warna yang lebih matang. Dengan memahami ciri-ciri seperti warna, tekstur, aroma, pola serat, dan riwayat sumber, Anda dapat menilai usia kayu jati secara lebih akurat.

Bagi penggemar furnitur berkualitas atau pelaku industri mebel, kemampuan ini akan menjadi nilai tambah dalam memilih material terbaik. Ingat, kualitas kayu adalah investasi jangka panjang—semakin tua, semakin berharga.